Omah kayu - Batu (Jawa Timur)


Jalan-jalan lagi yuk .. Aku tuh hobi banget bilang gitu , motivasi buat diri sendiri sih . Karena sanggupnya masih jalan-jalan di lokasi yang deket-deket aja .. Semoga suatu saat bisa kelarin menjelajah Indonesia (amien) . Nah, ceritanya aku main ke tempat wisata baru yang murah meriah di Batu , Jawa Timur . Nama lokasinya : Omah Kayu . Persis namanya , tempatnya berupa rumah kayu yang ada diatas pohon, mirip difilm-film gitu lho . 



Sebenarnya, ini sejenis guest house kepunyaan dinas perhutanan, ada sekitar 4 kamar dan disewakan . untuk hari biasa seharga 300-400 ribu, untuk akhir pekan atau liburan gitu bisa sampai 500 rb an . perihal keperluan reservasi, sementara masih menggunakan cara manual yakni harus dating langsung ke lokasinya , belum bias melalui social media mauapun telepon, hal ini dilakukan guna menjaga jumlah kunjungan juga sih . 

Menuju kesini, sudah sangat mudah aksesnya, karena dia berlokasi yang sama dengan paralayang di Gunung banyak, lokasi yang tentunya sangat tidak asing bagi pemburu sunrise ataupun sunset di batu, jawa Timur. Jalanan menuju kesana sedikit rusak, namun bias dijangkau dengan menggunakan motor maupun mobil. Lokasinya berada diatas payung (tempat menikmati alam dan jagung bakar di Batu) , bisa memanfaatkan penduduk sekitar untuk bertanya arah, untuk mempermudah menuju lokasi .

Ada dua loket yang harus dilewati , yang pertama loket Wisata Gunung Banyak ketika baru memasuki area paralayang, harga tiket per orangnya Rp 5.000,00 . Kemudian loket omah kayu , dengan harga tiket juga Rp 5.000,00 . Hanya saja, di area ini yang lebih mahal adalah biaya parker, karena parker motor saja dibandrol harga Rp.5000,00 . Seharga tiket masuk ya .. Haha.. 



Dari lokasi paralayang, perlu berjalan kaki sedikit menuju omah kayu, melewati tepi bukit yang sudah dibuatkan jalan setapaknya. Akan licin apabila terlalu pagi karena bekas embun pagi atau sehabis hujan. Lokasi ini sendiri dibuka sejak pukul 09.00 – 19.00 . Namun, karena memang sebenarnya dibuat untuk penginapan, lokasi akan ditutup untuk umum apabila ada  yang reservasi kamarnya . hal ini juga demi kenyamanan konsumen. 

Nah, untuk omah kayu , kita harus rela antri untuk bisa foto-foto disana, dikarenakan setiap bangunan hanya boleh dinaiki sekaligus oleh maksimal 3 orang . Demi keselamatan juga sih , karena kan tempat buatan dan benar-benar megandalkan kayu , baik pohon maupun bangunannya , apabila mendapat beban yang terlalu berat juga akan cepat rusak jadinya. Namun, seperti kebanyakan pengunjung di banyak lokasi lain, tentunya tidak sedikit yang melanggar aturan sih . 

Waktu terbaik mengunjungi lokasi ini, yakni pas sunset, karena ketika sunset, pemandangan matahari terbenam, dan alam serta apabila sedang banyak yang berolahraga paralayang, akan menjadi landscape yang menarik. 

Jangan lupa memakai baju hangat ya, cuasa Kota Batu di jam-jam tersebut bisa jadi sangat dingin, jangan lupa mampir saat berwisata ke Batu .

5 komentar:

  1. Wah biasanya kalau galau kesini nih, mbak. haha
    Ternyata kamu blogger juga, aku baru tahu. :D

    BalasHapus
  2. Ini semacam yang di Kalibiru Jogja ya mbak, tapi versi lebih murahnya :|

    Eh ternyata kamu blogger juga, aku baru tahu. :D

    BalasHapus
  3. @Henasatya : ciyeee, galauan .. :p .. cuma nulis sesempetnya kok mas.. blogger draft aku mah ... :p

    @dwimon : ce..moncee.. ajakin ke kalibiru doong

    BalasHapus
  4. kenape tak di lanjut karya tulis menulis kamu?

    BalasHapus
  5. @wira : siap .. ini sedang berusaha menyempatkan waktu buat nulis lagi ,, hihi

    BalasHapus