Untuk Seseorang yang Sedang Bermain di Imajinasi

Aku mencintai travelling sendirian, mengenal dunia baru dan menikmati kemampuan diri beradaptasi terhadap hal-hal baru, sungguh menarik bagiku . Namun, karena padatnya jadwal kerjaan dan skripsi yang harus kulalui, keinginan untuk menjelajah lebih dan lebih lagi terpaksa harus tertahan.

Semenjak mengenalmu, aku menemukan travellingku yang baru . Mengingat segala hal tentangmu, merupakan liburan paling sederhana dan cepat yang bisa kutempuh. Cukup melonggarkan tempat duduk, bersandar , memejamkan mata dan segalanya akan mengalir begitu mudahnya .

Sesederhana kamu membuatku tertarik saat pertama kali kita bertemu dalam perbincangan yang sungguh akward . “Hei, kamu yang selalu meminta waktuku untuk makan siang bahkan makan malam bersamamu , namun selalu kutolak, kenapa justru disaat pertemuan perdana, benar-benar diluar dugaan? “ . 

Sesederhana kamu membuatku selalu ingin menjelajah setiap sudut pola pikirmu . Karena kamu seperti halaman-halaman buku yang belum juga selesai kubaca. Menemukan setiap kejutan disana , kejutan yang membuatku berdecak kagum bahkan kejutan yang membuatku meneteskan air mata . Kejutan yang membuatku menghela nafas dan kejutan yang membuatku “iyain aja” . 

Perjalanan pertama kita, mendaki sebuah bukit di kota kesayangan, menjadi sebuah refleksi bahwa jalan yang akan dilalui menanjak, membutuhkan begitu banyak energi dan strategi untuk menguapkan energi tersebut . Kesabaran dan kerelaan diri untuk tau kapan saat berhenti dan kapan saat untuk jalan lagi . 

Terima kasih sudah bersedia menjadi bagian dari perjalananku. Semoga, kerinduan untuk kembali menikmati perjalanan bersama dapat terobati setelah fase-fase yang kini harus kita lompati terlebih dahulu . 

Terima kasih telah percaya padaku .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar