Interval

Aku aksara dan kamu ananta . 
Mendapat bagian sempurna dalam aljabar kisah kita.
Tak bisa disamakan, tak dapat dibedakan .
Lalu, apakah desimal bisa memecah kerinduan atasnya?
Aku rela melebur dengannya, asalkan bertemu denganmu dalam satu bilangan biner yang diprogram khusus untuk kita .
Oh, tapi aku salah, interval tak menempatkan aku dalam posisi tinggi , seperti kamu yang tak terhingga . Sehingga nilaiku merah, sedangkan kamu terduduk nyaman di goresan hitam penuh sanjungan.
Dalam piramida, kontras kenyataan menempatkan diri . Bahkan, rindu menghalangi aku untuk bertemu imajiku , bertemu frekuensimu .
Kalau jangkauan ini dirasa semakin ganjil, mungkin aku perlu menguras nafsu diri dan harapan-harapan yang kubuahi ini .
Dan biarkan angka-angka tertinggi , menari bersama jemari didalam mesin hitung terkini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar