Travelling ke Karimun Jawa



Di awal Juli, dikala lini masa sedang ramai dengan piala dunia dan juga persiapan pemilu, eh dapat kesempatan buat mengunjungi salah satu pulau cantik di Indonesia. Yup, namanya Karimun Jawa.

Mungkin, memang kita perlu lebih banyak terjebak hujan , listrik tak menyala dan tak bisa mengakses internet, agar terlahir celoteh-celoteh random seperti ini .

Goresan ini teralun spontan , saat aku dan dia menanti pertandingan final piala dunia 2014, dengan kondisi yang sudah terpaparkan diatas. Saling sahut ucapan, tanpa berpikir panjang, tanpa logika bebal untuk menimbang pilihan kata.

Entah mengapa , mendadak ingin menuliskan di blog ini , mungkin sekedar mengingatkan diri sendiri bahwa puisi random ini belum selesai, dan semoga masih terus diberi hari-hari untuk bisa membuat yang lebih baik.

Kuberjalan di tengah rintik hujan,
Melangkah perlahan, membawa rindu yang tak tertahan.
Apalah artiku pada sang mantan

Tapi semua bukan tentang kenangan
Aku tidak paham atas apa, semua yang kamu inginkan 

Mungkin ini hanya tentang penerimaan akan keadaan 
Biarlah semuanya berjalan seperti tetesan hujan yang jatuh dari ketinggian
Tanpa asa, tanpa pengharapan pun ketakutan

Cukup, aku bosan dengan penderitaan
Karenanya, mari kita bergandengan menuju kebahagiaan 

Disaat ku menanti masa depan 

Cukup random ya? yang berikutnya lebih aneh lagi sih ,

Gelap dan rintik hujan diluar sana 
Kubersandar di sisi jendela
Mengingat kenangan disaat kita bersama 
Dan pelukan, serta cerita 

Saat pertama kali melihatmu di sebuah acara ,
Senyum manismu membuatku terpana 
Aku tak tahu siapa namamu dan kenapa kamu.
Mungkinkah aku sedang jatuh cinta?

Tapi aku ragu , atas pikiranku. 

Kemudian, listrik menyala dan kembali kita asik dengan dunia maya ..