Terimakasih, kamu ..

Kantong mata, yang kini tanpa absen menggelayut di rupa sayumu ,
seakan ingin mengabarkan, betapa berat penghiburan- penghiburan yang dipaksa diciptakan oleh sebuah keputusan.
Berteman bimbang dan drama kelogisan, kamu bertahan dan meyakinkanku untuk meniti kesepian ini, sendirian.
Terlalu sesak ruangan ini untuk kita berdua, namun juga teramat luas untuk ditempati sendiri.
Pujian penghiburan akan pencapaian bertahan dalam kondisi yang seperti ini, selalu menghiasi pertemuan kita.
Meski tetap ada pedih yang berusaha diselimuti tawa.
Aku merasa bersyukur masih bisa diberikan waktu untuk mencoba melewati hari-hari seperti ini.
Aku hanya ingin ada tawa diantara kita, saat kita bertatap.
Kita pemain drama yang baik, bukankah mengulang prestasi itu tidaklah sulit?
Cukup di saat-saat kita berjumpa..
"Kita bisa memilih jatuh cinta dengan siapa, tapi tak bisa memilih akan menikah dengan siapa" -Sudjiwotedjo-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar