Customer service itu melayani atau menghafal ?

Siang tadi, secara sengaja saya menuju salah satu convenience store untuk membeli minuman dingin . dan teman saya berniat membeli pulsa. Ketika masuk saya langsung menuju lemari pendingin dan teman saya menuju kasir untuk menanyakan perihal pulsa. Kasir menjawab “ waduh, mohon maaf, sedang ada masalah untuk proses pengisian pulsa, sehingga untuk sementara waktu masih belum bisa melayani “ .
Karena tidak mendapat apa yang ia butuhkan, kemudian teman menyusul saya dan memilih minuman beserta camilan. Tak lama berselang, kita berjalan menuju ke kasir untuk menyelesaikan pembayaran, kasir berucap : “sudahkah belanjanya? Apakah tidak ingin menambah hal lain? Pulsanya sekalian mungkin? “ , spontan teman saya menjawab “Lhoh, pulsanya sudah bisa ya mbak? “ . Dengan muka merah padam mbak-mbak kasir meralat ucapannya .
Nah, seberapa sering kita mengalami hal diatas? , entah kenapa, kok akhir-akhir ini saya sering sekali ya mendapati hal seperti itu. Padahal ini berkaitan erat dengan hubungan kekerabatan dan kepuasan konsumen lho . Ketika konsumen menginginkan sesuatu pasti sudah memiliki ekspektasi yang lebih tinggi dibanding yang tertarik secara spontan. Contoh kasus diatas, merupakan salah satu hal yang sangat ringan, karena toh pulsa pun bisa didapat dimana-mana. Lha kalau pada produk cloth atau noncloth ? atau pada product yang handmade dengan skala produksi kecil? Imbasnya akan berbeda.
Kalau bahasa gaulnya sekarang, PHP (Pemberi Harapan palsu) , melibatkan komunikator dan komunikan dengan dampak timpangnya rasa puas. Begitupula dengan hal-hal yang sejenis contoh kasus diatas. Jadi, siapa yang juga sering mengalami hal seperti saya ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar