Siapkah kalau semua doamu dikabulkan Tuhan?

Pagi hari, membuka mata, berlutut kemudian berucap “Tuhan, aku ingin keluar negeri.” Sedikit siang, hendak melangkah keluar rumah, menyempatkan membatin dan mengucap lirih ‘Tuhan, lancarkan perjalananku dan semoga aku bertemu jodoh di jalan.’ Sampai di halte dan menanti bus kota, pikiran melayang dan berbisik ‘Tuhan, beri aku tempat duduk di bus nanti, atau kalau tidak, gerakkan hati seseorang untuk memberikan tempat duduknya padaku’ . melangkahkan kaki ke kantor, belum semenit duduk kembali berucap ‘Tuhan.. semoga hari ini bos ku gak marah-marah lalu aku dinaikkkan jabatan.’ Ketika jam istirahat, turut berbibcang diselingi melirik tas milik rekan dan berimajinasi ‘someday, aku pasti memilikinya kan Tuhan?’. Sepulang kerja dalm keadaan letih, merebahkan badan di sofa rumah dan berkata ‘Huh, andai Tuhan menjadikanku bos’ dan tak lama berselang.. mata terpejam. Tuhan tak pernah tidur, Ia selalu mendengar apa yang kita minta.. tapi apakah semua itu dikabulkan? Tidak!! Ia melihat mana yang lebih kita butuhkan.. bila saja padapagi hari tuhan memberikan tempat duduk di bus, dan kita tak tahu bahwa ada yang lebih membutuhkan, kemudian ia pingsan dan menimbulkan kericuhan dalam bus. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh pencopet untuk beraksi, kita salah satu korbannya. Atau mungkin juga, Tuhan bisa saja menjadikan kita bos.. tapi karena manajemen kita kurang bagus, maka perusahaan menjadi pailit, bangkrut dan kita dikejar-kejar debt collector. Semua bisa terjadi memang. Tapi apa yang ada di sekitar kita sekarang telah sesuai dengan porsi yang dapat kita santap. Lalu, siapkah kalu apabila Tuhan mengabulkan semua doamu ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar