Untuk Lelaki Yang Menyenangkan

Hai lelaki yang menyenangkan… aku merasa sebutan ini yang paling cocok untukmu, karena aku tak pernah bisa membandingkan rupa dan kesenangan apapun selain bersamamu..
Kita bertemu dalam pekatnya malam dan riuhnya permasalahan.. ketika aku duduk menghadap jendela yang basah, kau datang ke tempat yang sama untuk melepas dinginnya hati.
Mata kita beradu, senyum terkembang dan sesaat udara memeluk hangat hatiku.
Helaan nafas panjang pertama, aku hanya mencuri pandang dan menikmati lirikan malu-malu mu.. terkadang pandang kita beradu dan membuat mukaku bak tertumpah cat, merah merona.
Helaan nafas kedua, kau beranjak dari tempatmu, dengan ragu dan malu melangkah kearahku. Awalnya aku tak menyadari itu, tapi semakin dekat kakimu melangkah, getaran hatiku mendadak berubah.. aku mendongakkan kepalaku dan mendapati guratan senyum yang begitu tulus. Tanpa berkata apapun, tatapanmu seolah berkata “bolehkah aku duduk disini?” aku tersenyum dan mempersilahkan, masih tanpa kata, persis seperti caraku mempersilahkan kau menerobos hatiku dan memeluknya tepat pada paduan pandang pertama tadi.
Helaan nafas ketiga, tak lagi sendiri ku mengkonsumsi udara di café ini, tapi bersamamu. Untaian kata dan canda mengalun tiada jarak antar kita.. kita terjebak, terjebak dalam kondisi yang enyenangkan.
Semua beban yang sedari tadi di pundak, seperti mencair seketika.. kamu, lebih menyenangkan dari yang aku duga. Lalu, maukah kau terus menemaniku menghela nafas?
Karena oksigen ini terasa terlalu melimpah untukku sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar