hai.. pantai..

Kamu memang benar-benar pantai..
Ketika cuaca tenang, kamu tak tenang terkadang..
Ketika cuaca tak baik, kau berdandan lebih menakutkan..
Kamu selalu mau menerima ombak yang bergulung, menghempasmu, mengikis pasirmu perlahan,
Terkadang membuatmu semakin cantik tapi kadang juga buruk..
Kamu muara, muara dari kekosongan dan ketidakpedulian hidup..
Kau diam, mencoba menerima, tampak selalu kuat..
Bahkan ketika karang-karangmu semakin keropos oleh abrasi yang berlebihan,,
Kau tetap mencoba tenang..
Kemudian aku datang, aku hanya kembang api yang ingin menghiburmu, nyaman berada bersamamu..
Aku mencoba memberimu cahaya, menari-nari diatas lapangnya kesabaranmu..
Sesaat kita beriringan, dan itu terlihat indah..
Kerapuhanmu serta kenaifanku terselimuti kenyataan serta keempirisan waktu..
Ketika aku mulai berharap, cuaca membawamu untuk kembali menjadi pantai, diam, tak perduli..
Aku dan kamu, mungkin sengaja dipertemukan untuk saling belajar,
Belajar tentang manisnya hidup yang entah akan kita lalui masing-masing atau kita lalui bersama..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar