Tuhan tak pernah salah

Menyadari telah ada orang lain yang mengisi hidupmu, mau tidak mau membuatku mengaca, membuatku mengkomparasikan apa yang telah aku lakukan dan apa yang kau ucapkan.. Meskipun ucapan-ucapan itu selalu menghujamku bagai panah beracun dan tajam..

Cinta kita, seperti film yang memiliki banyak sekuel dan kejar tayang.. Berubah cerita disetiap episodenya, sesaat sakit, sesaat sangat bahagia, sesaat penuh amarah dan juga dendam.. Dan, saat ini sedang dalam masaku, babakku dimana aku menjadi sutradara dan pemainnya pula..

Aku bisa dengan mudah datang padamu, pada wanita itu, memaki dan meluapkan emosiku.. Yah.... Seperti standart skenario pada umumnya..

Tapi perlu diingat, aku adalah sutradara, aku merombak script
itu, tetap aku yang jadi peran utama, tapi aku memilih menjalani peranku dengan diam, dengan senyum, dengan ikhlas.. Karena aku telah sadar, saat aku menjadi pemarah, pendendam, pendusta, aku tidak akan pernah bertemu dengan kebenaran.. Kebenaran versiku, versimu dan versiNya ..
Yg bisa aku lakukan lagi setelah merombak semua ini adalah menyerahkan pada eksekutif produser, dan juga produser yang punya kuasa penuh atas hidupku.. Hidup film ini.. TUHAN.. Dan aku yakin, Tuhan tidak akan memberi jawaban yang salah..

6 komentar:

  1. marahlah kalo kamu ingin marah......

    BalasHapus
  2. hehehe.. gbs marah.. cm bs kecewa aja.. :-)hehehe.. gbs marah.. cm bs kecewa aja.. :-)

    BalasHapus
  3. sabar ya..maaf juga...sumpah aku speechless,,,kita pasti bisa ngelwati ini semua, kok kita sih, salah ya...kalian...yupz..kalian pasti bisa lewati ni semua

    BalasHapus
  4. hehehe.. tenang aja.. ud resiko org mencintai it yg sakit hati.. :-)

    BalasHapus
  5. gajahnya dijaga baik2 ya....

    BalasHapus
  6. hahaha.. kyax dy dh ckup dwasa untk menjaga sndri.. dijaga baik2 pun kalo yg djaga g mau y sma aja.. hehe..

    BalasHapus