July

July wish.. Mungkin aku tak perlu menunggu juli untuk mengucapkan permohonanku.. Setiap hari aku slalu berharap untuk bahagia.. Tapi bahagia itu relatif kawan.. Aku tak pernah bisa memaksa bahagiaku sama dengan bahagiamu.. Aku hanya bisa mengalir bersamamu mencapai bahagia kita. Lagi-lagi hal itu pulalah yang membuatku tidak bisa memaksa..
Sebenarnya kita punya bahagia versi kita, yakni kebersamaan diatas semua perbedaan yang ada. Kita hanya perlu kuat dan konsisten dengan apa yang kita pilih.. Salah satu goyah,maka akan menggoyahkan semuanya..

Yang membuatku percaya padamu adlah ketulusan,yang membuatku yakin padamu adalah kesabaran dan yang membuatku berserah padamu adalah harapan..
Semua rekaman usaha kita untuk bersama sudah sangat jelas menjadi prasasti yang bisa selalu ku kunjungi setiap saat.. Deru langkah, hembus nafas, detak jantung, katup mata, isak tangis dan seulas senyum menjadi sub sistem dari perwakilan itu..

Aku terdiam,sekarang kaku dan esok bimbang.. Saat kamu mengungkapkan alasan mengakhri hubungan kita.. Seharusnya aku tak kaget,dengan latar belakang keluargamu dan kebudayaan dirumahmu.. Hanya saja, aku terdiam,aku terpaku,aku merasa terjepit diantara dua pilihan.. Apabila aku mengikutimu, adakah jaminan engkau akan memilhku dan brsamaku selamanya? Tidakkah kau juga akan mengingkari janjimu seperti yang sudah-sudah ?
Lalu,kalau aku bilang tidak, brarti aku harus melepaskanmu kan?
Lagi-lagi, aku seperti diberì harapan olehmu, tapi harapan itu kosong, hanya kamuflase yang membuatku semakin bertanya-tanya..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar