UNTITLED

Mencoba melawan apa yang dimaui memang tidak mudah.. tapi aku melakukan itu semua demi spekulasi kedepan yang lebih fantastis, aku sakit..iya.. tersiksa.. merana..

apakah benar, cinta itu hanya mendengarkan hati??
Bagaimana kalau yang terjadi adalah pertentangan antara kata hati, kenyataan dan kata mereka..
tak bisa memilih, dipaksa memilih. Tak bisa juga sendiri tapi terjepit dalam pilihan. Tapi hatiku juga butuh dipeluk..

Terimakasih atas cadangan keegoisan segudang penuh.. yang tak habis-habisnya menuntunku ke arah yang aku tak tau benar salahnya dimata kamu dan dia.
Mengajarkanku, cara menyiksa diri yang paling ampuh. Cara membuktikan diri yang paling rapuh, dan cara bangkit yang paling berat. Dan juga cara menyakiti seseorang yang paling mujarab..

Mungkin tak pantas lagi disebut jalan manusia, makhluk penuh cinta dan sayang..
tak pantas juga dikatakan malaikat yang selalu tersenyum dalam kepedihannya..
karena aku membelokkan keabsahan cinta pada hal yang gelap, pahit dan menyiksa..

kini yang ada hanya sisa waktu untuk menikmati semua ini..
entah lebar atau sempit jalannya.. entah mulus atau bergelombang jalannya..
entah terang atau gelap jadinya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar