CINTA ITU RAKUS

Cinta itu rakus.. Bisa menerkam apa saja dan siapa saja..
Cinta itu rakus..Ketika Ingin memiliki semua yang terlihat dan terasakan..
Cinta itu rakus.. Tak ingin kehilgan dan tak mau memilih
Cinta itu rakus.. Saat kau ingin memberikan segalanya untuknya
Cinta itu rakus.. Menelan jutaan air mata dan segudang kesabaran..
Cinta it rakus..
Saat harus memberi ribuan kaat maaf yang bertubi-tubi..
Cinta it rakus..
Ketika aku hanya ingin memilikimu seutuhnya..

DIA

Aku tidak pernah menyangka, akan ada seseorang yang mau menyapaku, saat aku sedang sendiri, tak percaya dengan siapapun dan apapun.
Hanya sekedar memberiku seteguk air saat tenggorokan ini benar-benar mencekik,
mungkin di tempat yang tidak romantis dan juga menarik.
Hanya deretan kursi biru tua, tanpa pegangan, berderet rapi dalam satu garis, berhadapan.
Dibawah kolongnya, berserakan sampah-sampah terbuang yang ditinggalkan tangan-tangan tak peduli sekitar.

Setelah ku teguk air itu, aku kembalikan botol mineral ke tangannya, kulengkapi dengan sebuah anggukan rasa terimakasih, tanpa berani sedikitpun menatap pemilik tangan itu. Bukannya tak mau berterimakasih, tapi aku memang sedang tidak ingin memandang dan dipandang siapapun, apalagi dengan keadaan wajah dan mataku yang membengkak bekas lelehan air mata seharian tadi.
Dan sepertinya, dia mengerti pula akan kondisiku sore itu.
Beberapa detik dalam keheningan, tiba-tiba ia beranjak dan meninggalkanku.. "don't be sad girl..karna hidup lebih indah andai kau tertawa"
masih dalam batas antara lamunan dan kesadaran, aku mendongakkan kepala dan mencoba mencari sosoknya. Tapi yang kudapatkan hanya hembusan angin dingin menerpa wajahku yang sudah sangat kusut sore itu.
Jam menunjukkan 18.30, sudah cukup larut untuk berdiam diri disini saja.. aku melangkahkan kaki, menuju jalur 2, tempat keretaku akan tiba, 5 menit lagi..

Keesokan harinya, di waktu yang sama, aku kembali duduk dalam kurungan beton ini, menanti ular besi belistrik yang akan menghantarkanku pulang.. setiap hari.. heem..rutinitas yang tak perlu dibanggakan sebenarnya, tapi aku bahagia menjalani hidupku sekarang. Meskipun tanpa orang yang beberapa tahun ini menemaniku..

Kulirik jam tanganku, dan masih 18.20, sekitar 15 menit lagi untuk menanti kereta itu. Kupaksakan mataku menyapu ruangan, mencoba menikmati pemandangan di tembok besar yang penuh dengan coretan-coretan tanpa aturan. Tiba-tiba, ekor mataku menangkap sebuah ruang kecil diantaranya, yang tak penuh dengan goresan seperti lainnya. Tak cukup lebar, sekitar 30 x 30 cm, dan ada sesosok gambar lelaki duduk dalam kursi panjang dengan wanita di 2 kolom kursi dikirinya.

Aku melihat gambar itu, tak asing, dan tiba-tiba aku seperti tertuntun mendekatinya. Tanganku seperti digerakkan oleh sesuatu yang maya.. dan mulai menngoreskan tangan ku di sebelah gambar tersebut.. saat aku mulai menggoreskan penaku, tiba-tiba toa stasiun berbunyi, pertanda kendaraanku telah sampai. Seketika itu juga aku melangkahkan kakiku menuju jalur 2.

Jam 18.15 hari berikutnya, ditempat yang sama, dengan gontai aku melangkahkan kakiku dengan malas, menuju posisi biasa..hanya saja, hari ini aku memakai pakaian yang ekstra hangat, demi menjaga kondisi badanku yang memburuk akhir-akhir ini. Tanpa duduk, aku langsung menuju ke goresan-goresan itu, dan aku mendapati gambar baru, pelengkap gambarku yang belum usai kemaren.. sedikit terpana, tapi aku tersenyum dan mengeluarkan pensil bonekaku.. melanjutkan cerita dalam gambar tersebut..
Hal ini terjadi berulang-ulang, dan aku menjadi seperti tersihir oleh keadaan ini, tertarik dengn goresan tangan seseorang yang misterius, dan menjadi seperti kecanduan untuk melanjutkannya.. mulai terbayang gambar apa yang akan ada besok, imajinasiku mulai teracuni dengan semuanya, senyumku yang hampeir hilang beberapa minggu ini,mulai merekah dalam setiap perjalanan pulangku, dan terkadang juga, aku mulai memimpikan semuanya, termasuk juga sosok abstrak itu.

12 hari setelah aku menggoreskan tangan untuk pertamakali di tembok itu, sekarang ruang yang tersisa semakin menyempit.. dan aku belum juga menemukan sosok pelengkap semua goresan ini..
demi seluruh rasa penasaran ini, aku memutuskan untuk mengubah jadwal pulangku dan memberanikan diri untuk menunggunya, sebuah hal gila sebenarnya, tapi semua tekanan hati ini kembali menuntunku kearah yang aku tak tahu benar dan salahnya..
Dan hari itu, semakin larut, kereta terakhir menuju kerumah jam 21.00, dan sekarang sudah 20.55 sepertinya hari ini aku tak akan menemukan dia..

Esok hari, aku menanti ditempat yang sama, sampai di waktu yang sama,.. tapi hal yang sama terjadi lagi..
Lusa.. kembali aku mengulang semua itu.. dan kenyataannya semua terulang kembali..
Ternyata, mungkin semua ini hanya ilusiku, dan aku mencoba untuk kembali kepada relita, bahwa dia memang bukan dengan sengaja melengkapi semua coretanku..
Memang, masih tersisa ruang kecil di tembok itu, dan aku hanya bisa memandangnya lekat,sebelum aku benar-benar melangkahkan kaki dari tempat ini. Langkahku sebenarnya berat, tapi keadaan mamaksanya untuk ringan, dan aku menjangkahkannya menjauh.
Beberapa langkah kemudian, aku menabrak seorang lelaki, dengan tinggi badan yang tak terlampau jauh dibandingkan aku. Aku mendongak dan mengucap maaf, dia hanya tersenyum tipis lalu menepuk bahuku dan melewatiku.
Aroma ini.. aroma yang tak asing bagiku,, kucoba untuk membuka memori otak, mencari di setiap sudutnya, tapi belum juga aku temukan.. ah, sudahlah, mungkin hanya efek dari semua pikiran-pikiran kacauku akhir-akhir ini..
Aku melanjutkan langkahku, tanpa aku sadari, mata itu memandangku, mata itu memandang semua goresanku, dan tangan itu menutup ruang kosong yang kutinggalkan tadi..
Dan, saat aku menginjakkan kaki di depan jalur 2 yang sangat biasa kulalui, tiba-tiba kalbuku berkata lain, aku berbalik dan berlari kembali ke ruangan tadi.. mencari aroma itu lagi.. aku menemukan aroma sesosok malaikat yang sempat memberiku seteguk air beberapa hari yang lalu..
entah apa yang menuntunku, tapi hati ini benar-benar meronta untuk kembali.. separo nafasku hampir terbuang hilang. Dan dengan sisa tenaga yang ada, aku mendapati bahwa tembok ini telah penuh, tak ada ruang lagi, dan tak ada kesempatan lagi. Kupaksakan untuk mencari dia.. berputar sebisaku di area ini, dan semua nihil..
Huuft, sepertinya memang tak ada lagi keajaiban untukku,.. aku duduk dan mengambil sebotol air mineral dari tas ku, tegukan terkhir. Dan juga usaha terakhir untuk mengingat dan mendapati semua ini. Ternyata, semua tak seindah dan semudah ku kira.. ternyata, sosok itu memang bukan jawaban mimpiku selama ini.. tapi hanya pelajaran bagaiman aku harus lebih bersbar dan ikhlas dalam menjalani semuanya.

BUAT AYAH !!

Ayah.. Pernah ga c,qm sgat merindukn ortu mu..
Ayah.. Wjar ga sih meningglkan q tnpa kbr slma 2 thn ne
ayah.. Smpai kpan smw hrus serba buram?
ayah.. Aku g bth isi rkningq tiap bulan..
Aku ga btuh smw kriman brang drimu..
Q hny ingin brtmu dgnmu.. Hny itu.. & q g perduli lg,sudh sbrp putihkah rmbtmu skg.. Sudh sbnyk apa kriput d kulitmu.. Sudh se renta apa drimu.. Q hny ingin smw saat qt tertwa brsama.. Maen perang2an d ruang tengah..
Melihat sosokmu..Dan ibu.. Saat mtaq trbuka d pgi hari..
Mendgar smw ryuanmu saat q ngambek ingin sesuatu..
Msihkah kau ingat itu ayah?
Apakh kau merindukan smw it ayah?
Dan mgkin jawabny adalah TIDAK!!

SAJAK CINTA YANG BARU

Org brkata "Aku mencintaimu"..Saat smw mengikti alur yg mrka bkin.. Tak mlewati peraturan yg terpatri.. Dan tak menyalahi hati dri..
Sbuah bntk ksombgan yg sllu djunjg tnggi ktika hti ingin mrangkai mwar indh brsama..
Wjud keegoisn mkhluk pnuh dosa yg diykini sllu bnar..
Tak perdli brpa jhitan yg dperlukn untk mntup luka yg dgoreskan..
Tak perdli brpa byk peluh yg mnetes untk memperthnkn..
Tak brfkir bhwa mgkin smw tdk serumit pmikiran..
Pdhl,qt sndri buta.. Dg menggenggam kyakinan yg slalu sperti it.. Sma halx dg menggenggam pisau yg siap sdia menghujam k jntung qt..
Qt di di2k olh knyataan.. Agar tau bhwa keempirisan jiwa it cuma buah dr pemaksaan akn pmikiran&perasaan..
Lalu, knp jg qt msh brpegang pd kykinan kolot & brdebu itu..
Krna cinta bkn ke egoisan smata, bkn hny sajak peraturn, dan bukan pula brang yg djual d etalase2..
Tp mulai mngertilah.. Bhwa ikhlas & sbar..Membuat smw indh pda wktux..

UPAYA MENGHIBUR DIRI

Sampai detik ini.. Seju2rx q blm brhnti mencri.. Blm brhenti membndingkan.. Blm brhenti menginginknmu,.
Mengkomparasikan qm dg dia..
Memilah stiap si2 yg ada..
Trkdgpun msi brfkir, knp bukn qm yg skg menggenggam tgnq.. Knp bukn qm yg slalu mengucp "slamat mlm & mimpi indah"
knp bukn qm yg sperhatian ini kpdaq..
Kenapa..Kenapa..
Mskpun dy yg slalu ada,dy yg slalu bisa, dy yg slalu ingin & mampu,
tp Q msh brusha mencrimu dlm so2kx..
Sering q kcwa krna tak bs memaksax bs spertimu..
Pdahal..Qm dan dy brbeda..
Qm ya qm..
dy ya dy..
Skg mgkin bkn saatx lg q mengemis cinta pdamu..
Coba dlu q bs sdkit brsabar, mgkin tdk akn sperti ini akhirny..
Bgaimana kalau dlu q msh mau mendengar, mgkin skg qt msh bs trtwa brsma..
Tp skg jg ud bkn saatx q menyesli diri ats smw yg trjd..
Qm akan tetap qm.. Dan q gkan bs mencri org yg sperti qm,.
Yg hrus q sdari bhwa dy dtg untk mengingatknq,bhwa q masi bs mencinta, wlaupun bkn qm,wlopn gda qm,.
Krna skuat appun q memperthnknmu, pasti smw ini sperti bom wktu yg akn meledak pda wktux..
Skg ud saatx,menymbt tanganx & mencb untk brjaln brsma dan brgandengan tgan menghdpi hri2q..

MERINDUKAN SEMUA HAL TENTANG KITA

Setiap Pagi.. aku membuka mata dan aku selalu merindukanmu.. Sangat..
Merindukan tiap detik kita bersama..
Merindukan ekspresi itu..
Merindukan memandangmu saat kamu tertidur..
Merindukan semua kebodohan kita..
Merindukan saat bermain hujan bersamamu..
Merindukan setiap menit pelukanmu..
Merindukan saat kita berdebat..Bertengkar..Marah.. Terdiam..
Merindukan saat kamu menduakanku dan aku menduakanmu..
Merindukan semua hal tentang kita..

Saat aku memejamkan mata kembali,terlukis semua memori yang pernah kita goreskan.. Semakin nyata..Semakin jelas..

Saat aku ulurkan tangan padamu.. Ternyata aku disadarkan oleh keadaan..Bahwa semua tak lagi sama..
Dan rindu itu harus aku tanam di hatiku..Semoga bisa menjadi bunga yang indah..Buat hari-hariku..

TERIAKAN DI SORE HARI YANG GERIMIS

perasaan campur aduk.. mengaduk-aduk..agar bisa memilah-milah,
mencoba berpura-pura dengan keadaan yang ada.
sering aku merasa kuat, sering menyombongkan hati dengan semua kekaguman dan pujian pada diriku sendiri,
akan tetapi semua itu palsu kawan.. aku hanya berpura-pura kuat saat menjalani semuanya..
aku hanya ingin terlihat bijak dan mampu,
aku hanya berharap, dengan melihatku bahagia, ceria, kuat dan mampu itu bisa membuat semua orang di sekelilingku ikut bersemangat menghadapi semua perang fisik, otak dan batin ini..
berjuang untuk melengkapi langkah 1 tahun kita yang kurang sedikit lagi..
tapi.. kali ini aku berteriaakk.. aku tak bisa lagi membungkam mulut hatiku, mulut otakku,.
aku ingin semuanya cepat berakhir..
aku ingin menjalani hari-hariku dengan normal.. aku jenuh.. dan aku butuh diriku yang dulu.. diriku yang mampu berkata manis.. diriku yang tak mudah putus asa.. diriku yang selalu dan selalu mau belajar mendalami sekitar..
aku kehilangan kompas kawan.. aku kehilangan pegangan.. aku kehilangan peta dan aku kehilangan kepercayaan terhadap diriku sendiri..
aku kehilangan cinta yang dulu selalu aku puja..
dan setelah itu semua aku tak mau kahilangan kalian..

terlalu naif apa yang q teriakkan dalam tulisan ini.. tapi semoga dengan berakhirnya tulisan ini, berakhir pula kejenuhanku akan semua ini.. berdoa.. yaah..
semoga semua masih bisa baik-baik saja..
maaaf...

UNTITLED

Mencoba melawan apa yang dimaui memang tidak mudah.. tapi aku melakukan itu semua demi spekulasi kedepan yang lebih fantastis, aku sakit..iya.. tersiksa.. merana..

apakah benar, cinta itu hanya mendengarkan hati??
Bagaimana kalau yang terjadi adalah pertentangan antara kata hati, kenyataan dan kata mereka..
tak bisa memilih, dipaksa memilih. Tak bisa juga sendiri tapi terjepit dalam pilihan. Tapi hatiku juga butuh dipeluk..

Terimakasih atas cadangan keegoisan segudang penuh.. yang tak habis-habisnya menuntunku ke arah yang aku tak tau benar salahnya dimata kamu dan dia.
Mengajarkanku, cara menyiksa diri yang paling ampuh. Cara membuktikan diri yang paling rapuh, dan cara bangkit yang paling berat. Dan juga cara menyakiti seseorang yang paling mujarab..

Mungkin tak pantas lagi disebut jalan manusia, makhluk penuh cinta dan sayang..
tak pantas juga dikatakan malaikat yang selalu tersenyum dalam kepedihannya..
karena aku membelokkan keabsahan cinta pada hal yang gelap, pahit dan menyiksa..

kini yang ada hanya sisa waktu untuk menikmati semua ini..
entah lebar atau sempit jalannya.. entah mulus atau bergelombang jalannya..
entah terang atau gelap jadinya....

BATAS

Sebenarnya..Saya tak mau memberi batasan hatiku untuk cintai kamu.. Sepanjang apapun..Selebar apapun.. Yang aku tau hanya senyummu..
Tapi apakah kamu juga begitu??
Ketidakyakinan itu kembali mendera..
Membuat hatiku tak seperti dulu lagi.. Menjadi terbatas..
Aku tak mempermasalahkan batas yang ada.. Yang aku takutkan hanya..Batas itu menelanku sedikit demi sedikit..
Yang akhirnya akan menghilang..

DERITA HATI

Sebagai sebuah rasa, cinta yang aku miliki untukmu..Ibarat candu yang membiusku,membuatku tak sadarkan diri jika sekali saja aku tak mendapat rasa itu..
Q rasakan pula seluruh sandi syaraf & urat jiwaku lumpuh tak bergerak sedikitpun..Tak ada satu rasa lainpun yang mampu menggantikan & menyembuhkan kecanduan jiwaku..Bahkan semkin lama..Semakin besar pula dosis candu cinta yang aku butuhkan untuk menggerakkan seluruh sandi-sandi urat & syaraf jiwaku..
Pernah sekali aku coba memberi jiwaku rasa lain dengan alasan-alasan logis yang fantastis..Tapi sekali aku coba,ketidaksadaran jiwaku menyerang berkali-kali..Sebuah indikasipun aku cerna bahwa rasa itu adalah rasa tak tergantikan,rasa yang tak dapat dijelaskan dengan alasan-alasan logis yang fantastis..
Lelakiku..Sampai kpankah aku harus membiarkan candu ini menerbangkanku dalam dunia tanpa koma?? Aku tak berdaya..Tak kuasa menghalangkan candumu..Candu cinta yang pernah kita rangkai bersama.

BIASA

Aku duduk disini..
Ditempat biasa aku sendiri..
Mataku terbuka,tapi aku tak bisa melihat apapun di depanku..
Semua terlihat sama..Berair..Dan meleleh..
Seiring aku menyadari bahwa aku berdiri di jalan yang salah..Semua langkah yang sudah dan akan aku ambil salah.. Tapi aku tak bisa mundur & tak boleh diam.. aku harus melangkah maju meskipun dengan kurungan besi yang semakin memaksaku menjadi seperti yg ia mau.. Mereka mau..

HINGGA

Tuhan,
jangan biarkan penyakit kesabaran yang membopongku,menggerogoti mimpiku..
Menyajikan candu-candu paling biru yang mengusik keteguhanku..
Untuk meninggalkan & membunuh mimpi dari diriku sendiri..
Tuhan,
berikan aku kekuatan mempersemayamkan kembali mimpi yang telah jadi bunga di dadaku..
Hingga..
Sebuah perang jiwa dan perjuangan btinku usai..
Hingga..
Warna & takdirlah yang harus berbicara..

UNTUKMU SEORANG

Jaman hanya mendemonstraskan retorika karikatur cinta kpadaku..
Sebuah paradoksal..
Jauh dlm jiwaku..
Kenyataan rasional & keempirisan keadaan yang menyiksa..
Tak mampu mengubah pendirianku.. Padamu..
Tentang cinta & keutuhan driku.. Untukmu seorang..

ENTAH

Memahami keyakinan akan sebuah harapan... aku merelakan diri untuk berpura-pura.. penuh kepalsuan..
pura2 tertawa meskipun perasaan ku kelam.. berpura2 biasa.. padahal sudah tak lagi ada kuasa untuk menahan rasa... membisu.. dan melukis senyum manis dalam setiap tatapanku.. membuat hatiku tak percaya pada apa yang terlihat, terdengar, terasakan.. menutup diri dan hati untuk setiap bunga yang dihantarkan padaku.. aku sadar, aku terlalu takluk, aku terlalu tunduk pada keyakinan.. keyakinan yang tak berharap.. keakinan yang buta... membuatku mengekang diriku sendiri, memenjarakannya.. tanpa aku lihat... banyak hal yang masih bisa aku rasakan, lihat dengarkan dan lakukan..