Entah ini dapat dikatakan patung cupid atau tidak.. silahkan dihujat teman2...
Orang-Orang di Balik Sebuah Film...

Baik buruknya sebuah film tergantung dari kru. Secara garis besar, kru dalam film terbagi menjadi 5 Divisi :
1. Manajerial : merupakan divisi yang mengurusi segala keperluan dalam perijinan, dana dan keselamatan serta mengatur jalannya dan jadwal take (pengambilan gambar), dalam manajerial ada beberapa cabang lagi, yakni:
- eksekutif produser : bertugas untuk mencari dana sehingga ia bertanggung jawab atas semua dana yang dibutuhkan dalam produksi dan juga bertanggung jawab terhadap Kru.
- Produser : bertanggung jawab terhadar arah filmnya, jadi film ini mau dibawa kemana, lalu distribusi film dan juga mengoreksi film tersebut.
-Produser pelaksana : bertugas untuk mengatur jadwal take,talent dan kru, menertibkan kru, pengatur waktu
-Manajer Lokasi : tugasnya mencari tempat untuk take, mengurus perijinan, mengamankan lokasi, bertanggung jawab terhadap keselamatan kru, menyediakan segala hal yang berhubungan dengan lokasi. Membangun citra kru dimata masyarakat.
-Financial manajer : bertugas sebagai bendahara dalam produksi, mengatur sirkulasi keuangan.
-Unit manager: seketarisnya Produksi, jadi membuat surat ijin maupun proposal2.
-koordinator talent : bertanggung jawab terhadap kenyamanan artis dalam film.
2. Penyutradaraan : merupakan divisi yang bertanggung jawab untuk sisi kreatif dan juga visualisasi film, dalam penyutradaraan juga ada bermacam-macam peran, antara lain:
- Desain produksi : merupakan penasehat tentang jalannya film baik warna maupun nilai-nilai yang ada dalam film tersebut.
-Sutradara : pengontrol aspek dramatic dan juga artistic dalam film. Dia media pemvisual dari scenario yang ada
-assisten sutradara 1 : berfungsi untuk mendiskusikan segala keperluan shooting kepada div. manajerial, dia juga bertugas sebagai script breakdown dan shooting schedule.
-Assisten sutradara 2 : bertugas untuk mengarahkan talent dalam berakting
-Assisten sutradara 3 : bertugas untuk mengatur continuity
- Script writer : bertugas untuk mengembangkan ide cerita menjadi scenario.
3. DOP (director of photograpy) : menguasai cerita dan menggambarkan cerita, bertanggung jawab untuk ,meggambarkan cerita
-kameramen : bertugas untuk mengambil gambar sesuai arahan dari DOP
-Lighting : mengatur pencahayaan
-sound man : mengurus suara talent dalam take.
4. Art : pengatur segala yang Nampak dalam frame
-Art director: sebagai Co dalam divisi ini
- setting : penata background dalam frame.
- wardrobe: yang ngurus kostum dan yang melekat di talent
-make up : tata rias talent
-Property : sebagai perlengkapan dalam divisi ini.
5. Editing : perangkai adegan-adegan yang sudah di ambil supaya uru dan sesuai dengan cerita, menggabungkan gambar dengan suara dan music.
Music director: yang bikin music di film ini (soundtrack)
Desain grafis : buat poster, cover dan publikasi
Nah.. kalo mereka bisa bekerjasama dengan baik, maka proses pngambilan gambar akan baik pula dan tentunya hasil film juga akan memuaskan.

yok ayok gotong royong..menyadari pentingnya persatuan..
manajemen produksi film
Mengacu pada profesi yang pada keseluruhan proses produksi, berikut beberapa penjelasan tentang proses produksi dalam manajemen produksi film.

1. Pra produksi dan Development
Pra produksi adalah sebuah tahap persiapan sebelum kegiatan syuting dimulai. Proses ini sangat menentukan kelancaran kegiatan syuting nantinya. Oleh karena itu proses ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa pekerjaan pada pra produksi ini, diantaranya yaitu:
a. Pemilihan style
Pemilihan style film yang akan dibuat harus sesuai dengan kemampuan skill yang kita miliki. Juga harus disesuaikan dengan budget yang tersedia. Apabila tidak, maka hasil dari film yang kita buat tidak akan maksimal, bahkan mungkin gagal total. Adapun beberapa style film yang sering kita lihat yaitu:
1. Full animasi ( mengandalkan skill dibidang animasi)
2. Full Cinematografi ( mengandalkan skill dibidang sinematografi)
3. Gabungan antara keduanya.
b. Pemilihan Tema dan Ide Cerita
Tema merupakan garis besar visual yang akan kita buat. Pemilihan tema dilakukan secara brain storming. Misalnya temanya adalah alam, ghotic, humor, dan lain-lain. Setelah mendapatkan tema, kemudian kita buat detail dalam bentuk synopsis. Banyak melihat pada referensi adalah hal yang sangat baik. Bagi sebagian kita, referensi kadang membuat kita ingin membuat sesuatu diluar jangkauan keterampilan kita. Hal ini kadang membuat kualitasnya tanggung atau jelek sama sekali. Pemilihan ide dan referensi ini sesuai dengan keterampilan kita agar tantangannya tetap ada. Jangan terlalu terjebak dengan aturan-aturan dalam pembuatan cerita film. Menurut pengalaman, hal ini dapat membuat sebuah film cerita tidak sama dengan aturan sebuah video lainnya.
Dalam pencarian sebuah ide untuk synopsis , harus memperhitungkan beberapa hal penting ini:
1. Penyesuaian budget
2. Feel
3. Skill
4. Lihat referensi
5. dan peralatan yang ada
Setelah synopsis jadi, selanjutnya dibuatlah scrip, story board, director script. Menurut pengalaman, story board, meskipun cukup sulit dibuat namun cukup berguna, hanya saja jangan sampai terjebak dalam proses ini, karena kadanga pembuatannya terlalu mamakan waktu dan kurang akurat dengan kondisi saat syuting.
Directos script cukup penting dibuat untuk kemudahan bagi sutradara pada pelaksanaan syuting. Director script juga sangat membantu dalam efesiansi waktu dan juga akurasi dalam memvisualisasikan script. Adapun format lain dalam penyusunan desain pra produksi ini yaitu :
a. Ide & tema cerita
b. Sinopsis
c. Outline
d. Skenario
e. Analisa scenario :
1. Analisa pesan
2. Analisa karakter
3. Analisa setting
4. Analisa property
5. Analisa wardrobe
f. Breakdown & Sub breakdown
g. Hunting Plan
h. Hunting
i. Hunting Report ( pemain, prop,wardrobe, lokasi, transportasi, logistic, akomodasi )
j. Director shot
k. Floor plan
l. Storyboard
m. Desain proses & jadwal
n. Desain Budget
o. Konsep penyutradaraan, art, kamera, sound, editing
p. Estimasi budget art & kamera termasuk kedalam desain budget
q. List property & wardrobe yang termasuk kedalam Hunting report
r. Crew list

c. Persiapan produksi
Setelah proses diatas berjalan dan selesai, proses selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan tim kerja
2. pemilihan talent dan ekstras ( dengan audisi)
3. penyediaan art properties, costum dll
4. pencarian lokasi dan perijinan
5. penyediaan peralatan syuting
Proses-proses tersebut diatas sangat penting demi kelancaran syuting. Apabila salah satu proses terabaikan, maka kegiatan syuting akan terganggu. Meskipun kita bekerja dengan budget yang rendah, namun proses diatas harus tetap dijalankan. Penghematan biaya bias dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan meminimalkan jumlah kru( tetap ada batasan maksimal). Atau dengan menggunakan fasilitas gratis.

2. Produksi
Tahapan ini dimana hampis seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tahap ini. Beberapa factor penting yang perlu diperhatikan adalah:
a. Manajemen Lapangan
manajemen lapanga mencakup beberapa hal, yaitu:
1. Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan)
2. Talen koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll)
3. Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
4. Crew koordinasi ( koordinasi para kru)
Attitude dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupkan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelim memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yng diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saat syuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.
b. Kegiatan Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan Kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah yang selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan lighting sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengn alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.
1. Syuting Out Door
Shooting outdoor bias menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan dalah syuting outdoor adalah :
a. Cahaya matahari ( Hard, Soft)
b. Reflector ( Silver, Gold)
c. Hujan buatan
d. Camera setting ( Irish, Speed, White Balance, Focus)
e. Crowd Control ( Working With Ekstras)
2. Shooting indoor
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada syuting outdorr, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain:
a. Penggunaan lighting sederhana
b. Penggunaan Filter
c. Make up
d. Pemilihan Back Ground
e. Monitor
3. Visual Efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan:
a. Reverse motion
b. Fast motion (normal lipsync)
c. Slow motion ( normal lipsync)
d. Crhoma key ( blue screen)

Beberapa hal lain pada saat Produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu:
1. Makan/ logistik
2. Sewa peralatan
3. Film
4. Trasnportasi
5. Akomodasi
6. Tele komunikasi
7. Dokumentasi
8. Medis

3. Pasca Produksi
Tahap ini adalah tahap penyelesaian akhir dari semua kegiatn shooting yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Kesalahan pada waktu shooting sebagian mungkin diselesaikan pada tahap ini.
a. Editing
Kerjasaman sutradara dan editor adalah sangat diperlukan. Editing sebuah film membutuhkan rasa, oleh karena itu diperlukan pemahaman emosi yang akan diedit. Pemahaman tentang sofe ware yang digunakan juga sangat membantu maksimalnya hasil editing. Beberapa yang dilakukan antara lain :
1. Capturing ( optimalisasi)
2. Format file
3. Feel
4. Colouring
5. Fades and cuts
6. Kualitas gambar ( film Look)
b. Pemilihan Format akhir
Format akhir dari film harus sesuai dengan yang telah disepakati bersama saat pra produksi.

Beberapa yang menjadi acuan kerja, serta masuk dalam anggaran kerja Pasca produksi adalah:
1. Lab/ ruang editing
2. Editor
3. Mixer
4. Sound director, engineer
5. Telecine
6. Konsumsi
7. Transportasi
8. Telekomunikasi
9. Mastering
10. poster

untuk labih jelasny... neh ada skemanya...







by: orang2 Kine Club UMM

ini pas lagi iseng jalan-jalan ke taman-taman yang ada di malang... aku juga ga tau apa yang ku poto.. haha

Mencoba untuk berfilsafat dengan photo..
FILM DOKUMENTER

Dokumenter sering dianggap sebagai rekaman dari ‘aktualitas’ potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan, dan tanpa media perantara. Walaupun kadang menjadi bahan ramuan utama dalam pembuatan dokumenter, unsur-unsur itu jarang menjadi bagian dari keseluruhan film dokumenter itu sendiri, karena semua bahan tersebut harus diatur, diolah kembali, dan ditata struktur penyajiannya. Terkadang, bahkan dalam pengambilan gambar sebelumnya, berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang, ukuran shot (type of shot), pencahayaan, dan lain-lain, agar dapat mencapai hasil akhir yang mereka inginkan. Karena ada perlakuan kreatif, sama seperti dalam film fiksi lainnya, dokumenter dibangun dan bisa dilihat bukan sebagai suatu rekaman realitas, tetapi sebagai jenis ‘representasi lain’ dari realitas itu sendiri.
Kebanyakan penonton film/ video dokumenter di layar kaca sudah begitu terbiasa dengan berbagai cara, gaya, dan bentuk-bentuk penyajian yang selama ini paling banyak dan umum digunakan dalam berbagai acara siaran televisi. Sehingga, mereka tak lagi mempertanyakan lebih jauh tentang isi dari dokumenter tersebut. Misalnya, penonton sering menyaksikan dokumenter yang dipandu oleh suara (voice over) seorang penutur cerita (narator), wawancara dari para pakar, saksi-mata atas suatu kejadian, rekaman pendapat anggota masyarakat, Demikian pula dengan suasana tempat kejadian yang terlihat nyata, potongan-potongan gambar kejadiannya langsung, dan bahan-bahan yang berasal dari arsip yang ditemukan. Semua unsur khas tersebut memiliki sejarah dan tempat tertentu dalam perkembangan dan perluasan dokumenter sebagai suatu bentuk sinematik.
Dalam berbagai hal bentuk dokumenter sering diabaikan dan kurang dianggap di kalangan film seni, seakan-akan dokumenter cenderung menjadi bersifat pemberitaan (jurnalistik) dalam dunia pertelevisian.. Dan, kini, perdebatannya berpindah pada segi estetik. Pengertian tentang kebenaran dan keaslian suatu film dokumenter mulai dipertanyakan, diputarbalikkan, dan diubah, mengacu pada pendekatan segi estetik film dokumenter dan film-film non-fiksi lainnya.
Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam, tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya; yakni unsur-unsur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter.
Unsur Visual:
• Observasionalisme reaktif : pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Hal ini berhubungan dengan ketepatan pengamatan oleh pengarah kamera atau sutradara.
• Observasionalisme proaktif : pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan pengamatan sebelumnya oleh pengarah kamera atau sutradara.
• Mode ilustratif : pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator (yang direkam suaranya sebagai voice over).
• Mode asosiatif : pendekatan dalam film dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. Dengan demikian, diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film itu, dapat terwakili.

Unsur Verbal:
• Overheard exchange : rekaman pembicaraan antara dua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung.
• Kesaksian : rekaman pengamatan, pendapat atau informasi, yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata, pakar, dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara.
• Eksposisi : penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera, secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen-argumennya.


by: novi andri & unity production

dalam belajar apapun, tak ada kata instant.. butuh setahap demi setahap untuk menjadikannya sempurna

tak ada satupun yang berlabel indie..

malam tak lagi sewarna..

pada malam hari...iseng..sama temen-temen kita jalan-jalan dari ITN ke SH (sukarno hatta).. di foto ini sekalipun mereka bertiga sama laki-laki tapi mereka berbeda gaya hidup dan style apalagi tujuan hidup

seorang Guru, seorang warga desa, dan seorang penjual kebutuhan sehari-hari sedang berdiskusi sambil melepas penat di puncak bukit...

Pahlawan tanpa tanda jasa.. benar-benar pantas diberikan kepadanya.. tak peduli berapa jauh ia berjalan, betapa tinggi usianya untuk pejalan jauh, tapi perjuangannya patut untuk dibanggakan..

dikarenakan diatas bukit, untuk membuat sumur harus mengeluarkan dana yang banyak, sehingga tak semua orang dalam desa pusung memiliki sumur. mereka tak menyianyiakan embun yang tebal dan curah hujan yang tinggi.. sehinnga kebutuhan mereka sehari-hari dapat tercukupi dengan beban yang sedikit terkurangi karena tak perlu mengangkat air dari sumur-sumur yang ada kerumah mereka.

ini adalah kondisi siswa di pusung, tak bersepatu adalah hal yang wajar.. api mereka tetap bersemangat untuk meniti hidupnya,.. haha

masih di pusung... seorang nenek yang uda berumur, dia seorang penjual bahan pangan, harus jalan 3,5 km juga tiap hari.. wah..benar-benar kuat..
foto...sebuah media perekam sebagai pembantu otak.. otak kan bisa penuh oleh karena itu, memori-memori yang ada itu bisa dibantu ama yang namanya foto... huhu.. lagi belajar neh jadi maklum kalau hasilnya masih ecek-ecek.. hehehe

nieh aku lagi jalan-jalan ke daerah singosari... tapi masuknya berkilo-kilo jauhnya... desa pusung gitooh.. sebuah daerah yang ada diatas bukit yang kita kalo kesana harus jalan kaki 3,5 km dlu soalnya ga ada kendaraan apapun yang bisa menjangkau tuh tempat.. gila men..
trus yang bikin terenyuh bnget itu ada seorang guru yang rela jalan segitu jauhnya buat ngajar muridnya..tiap hari loh.. waah.. bikin aku ga bisa berkata-kata.. benar0benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa.. comment in poto2q iah..