behind the screen: RATING PALSU AGB nielsen !!

TEKNIK PENGAMBILAN GAMBAR !!!

dalam pembuatan film.. mesti ada teknik pengambilan gambar.. trus kata dosenq.. teknik pgambilan gmbar itu ada bermacem2 nah, ini neh.. :

1 TOS (Type of Shoot)
Dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
a. BCU (Big Close Up / Extreme Close Up) : pengambilan gamabar yang sangat mendetail dari suatu obyek,ga sampe sewajah gitu , ne buat nunjukin ekspresi..
b. CU (Close Up) : pengambilan gambar yang Biasanya wajah tok, buat nunjukin ekspresi juga
c. MCU (Medium Close Up) : tengah-tengah antara CU dengan MS (lebih jauh daripada CU tapi lebih dekat daripada MS)biasanya buat poto KTP hahaha..
d. MS (Medium Shoot) : pengambilan gambar subjek kurang lebih setengah badan. Pengambilan gambar ini biasanya dikombinasikan dengan follow shot (pengambilan gambar mengikuti gerakan sang objek) terhadap subjek bergerak.
e. Knee Shot (MFS / Medium Full Shot) : pengambilannya dari atas mpe lutut, yah kira-kira 3/4 tinggi tubuh lah...
f. Full Shot (FS) : pengambilan gamar seseorang secara utuh, tapi ada sedikit jarak k frame, biar ga aneh...
g. MLS (Medium Long Shot) : ngambilnya bisa ga full body, tapi nunjukin setting, karena setting yang dibangun itu bisa memperkuat karakter pemainnya..
h. LS (Long Shot) : tengah-tengah antara MLS dengan ELS (ruang pandang lebih luas daripada MLS tapi lebih sempit daripada ELS)
i. ELS (Extreme Long Shot) : lebih menonjol ke settingnya gitooh.. jadi actor/actreesnya keciil bgt...

Camera Angle
merupakan teknik pengambilan ambar juda looh... nama kerennya sudut pengambilan.. hoho :
1. High Angle : sudut pengambilan gambar dengan posisi kamera berada di atas objek . neh buat ngesanin objek yang diambil itu lagi desperate,, tak berdaya, depresi, lemah, dll.
2. Eye Level : sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek ato dengan mata manusia memandang, ne buat nunjukin ekspresi..
3. Low Angle : sudut pengambilan gambar dari bawah objek. neh juga buat nunjukin kalo objek yang diambil itu kaya superhero, kuat, gagah, megah , kokoh , dll.
4. Bird Eye : sudut pengambilan gambar dari atas objek hingga objek yang kita ambil terkesan kecil, biasanya agak miring, ga lurus.. buat nunjukin aktifitas.
5. Frog Eye : sudut pengambilan gambar sejajar dengan dasar/alas/lantai. Kesan yang ditimbulkan bisa luas, jauh,dkk


Camera Movement
Panning : pergerakan kamera ke kanan dan ke kiri pada porosnya
Tilting : pergerakan kamera ke atas dan ke bawah pada porosnya
Tracking : pergerakan kamera menjauhi atau mendekati objek


By: Novin Farid S
TELEVISI DAN INTERAKSI???

Kita dengan acara televisi memang terpaut jarak dan tempat bahkan waktu. tv hadir, berusaha untuk menjembatani, berfungsi sebagai proximate (kedekatan jarak dan waktu). tapi kalo dilihat-lihat, dipikir-pikir trus diresapi, ternyata kita cuma jadi penonton aja, pasif. cuma di depan TV, menjadikan saat menonton menjadi saat untuk mengerahkan otak kepada TV dan berorientasi kepada acaranya. sangat jarang orang menonton TV dengan melakukan kegiatan lain atau Tv hanya di dengarkan saja. sekalipun sudah ekstra perhatian, tapi kalau dirasa-rasakan jarak tersebut akan semakin terlihat. kita tidak ikut terlibat di dalamnya. kita berada di tempat lain, ikut melihat dan ikut membayar acara-acara Tv tetapi tidak ada interaksi aktif, sehingga acara-acara yang dilihat lama akan terasa monoton. hal ini yang sudah mulai disadari oleh pembuat acara. mereka berusaha untuk memenuhi keinginan dari penonton layar Televisi. dikarenakan kelangsungan acara dan stasiun TV sedikit banyak juga bergantung pada penonton lewat layar Tv. loh kok bisa?? hehe.. sekarang di ibaratkan aja acara bukan empat mata, disalurkan oleh 48.250.000 pesawat televisi, seandainya 1 pesawat TV dilihat oleh 2 orang, maka keseluruhan yang menonton adalah 96.500.000 orang. acara ini misalnya disponsori oleh 15 sponsor. trus biaya sekali tayang 130 juta. brarti per orang yang melihat acara ini lalau membeli produk yang di iklankan akan membayar 1,4 rupiah ke stasiun TV lewat pembeliannya terhadap produk. jadi dapat disimpulkan, bahwa dengan menyenangkan penonton maka acara akan semakin diminati dan acara tersebut dapat terus berjalan.
Beberapa hal yang udah mulai dilakukan oleh stasiun tv untuk berinteraksi dengan pemirsa:
1. membuka line telfon saat acara berlangsung, seperti dalam Halo Polisi
2. lewat sms dan MMs, kayak di Inbox, idola cilik, the master dan laen2..
3. Lewat video messages seperti dalam acara-acara musik
4. Facebook, email, like MTV ampuh dan Dahsyat
5. video langsung kaya di berita2 TV One.
Lewat hal-hal tersebut uda mulai bisa dirasakan keterlibatan langsung kita terhadap acara-acara televisi looh.. tapi, perlu di ingat, hal-hal seperti itu tidak akan terlaksana tanpa adanya teknologi yang mendukung. mungkin negara kita kalah jauh darai negara lain, tapi kita uda mulai belajar kok. kita uda punya SDA yang bisa mengoprasikan, skalipun belum bisa membuat sendiri.. hehe.. teknologinya, yakni ada server yang untuk penerima, ada program komputer untuk menyaring baik sms ato mms ato telf yang masuk. ada internet sebagai jembatannya..
Sadar ato tidak, TV memiliki penetrasi tertinggi, trus, dikarenakan manusia yang ga pernah merasa puas, mungkin besok, lusa dan seterusnya akan ditemukan alat untuk berkomunikasi dan terlibat secara langsung dengan acara-acara TV, seperti di film2, butuh, tinggal pencet, pesan tinggal pencet. hoo hebat... lalu, ada yang berminat mencoba jadi penemu??

oleh: novi andri
TELEVISI DI INDONESIA

Audio visual merupakan budaya baru dan sering dikatakan budaya ketiga setelah budaya lisan dan tulisan. Menjadikan informasi menjadi lebih mudah diterima oleh masyarakat luas karena tidak hanya dengan kata-kata atau tulisan saja, tetapi menunjukkan gambar sebagai realitasnya. Sehingga tanpa berbicara panjang lebar untuk menjelaskan sesuatu, cukup dengan menunjukkan gambar saja sudah dapat menjadi bukti dan dapat memperkuat pendapat pemberi bukti.
Televisi merupakan salah satu dari media audio visual yang memiliki penetrasi tertinggi. Kotak ajaib yang dapat menghubungkan banyak tempat dengan waktu yang singkat dan tingkat kepastian yang tinggi. Televisi juga tidak membebani banyak syarat bagi masyarakat yang ingin menikmatinya. Cukup memiliki listrik, televisi, antena, mereka bisa menikmati semua acara televisi secara gratis (kecuali tv kabel) hal inilah yang mendorong masyarakat indonesia mewajibkan memiliki televisi dalam setiap rumah.
Televisi, lahir di indonesia tepatnya di jakarta pada tahun 1962. TVRI muncul sebagi stasiun televisi pertama di indonesia. Muncul dikarenakan kebutuhan akan pemberitahuan tentang Sea Games ke 4 yang diadakan di jakarta. Pemerintah pada jaman itu (Soeharto) tidak mau malu dikarenakan tidak adanya media yang meliput acara besar dan merupakan penghormatan bagi Indonesia. Sehingga kemunculan TVRI menjadi jawaban atas permasalahan tersebut. Akan tetapi, pada dasarnya, TVRI terbentuk dengan seadanya, Skill yang tak jelas dan juga perencanaan yang belum matang. Sehingga setelah Sea Games, TVRI menjadi senjata Soeharto untuk mengukuhkan kedaulatannya. Pemberitaan yang muncul harus seijin soeharto dan tidak boleh menyinggung tentang pemerintahan, politik maupun keluarga cendana dan kerabat-kerabatnya. Sehingga berita-berita yang diterima rakyat hanya tentang kebaikan-kebaikan pemerintah saja.
Semakin banyak masyarakat yang memiliki TV semakin bermacam pula keinginan yang ada. Mereka lama-kelamaan juga bosan dengan acara-acara TVRI yang itu-itu saja. Sehingga muncullah RCTI, TPI, SCTV, ANTV,dengan alasan pembentukan program acara yang baru yang tidak membosankan bagi masyarakat. Walaupun sebenarnya, pendiri stasiun-stasiun televisi yang baru tetap saja dari keluarga cendana dan koneksi keluarga cendana. Sehingga dalam beroperasi pun mereka bisa menggunakan fasilitas dan tenaga kerja TVRI.
Akan tetapi, hal ini tidak didukung dengan undang-undang yang matang pula. Sehingga tv swasta pun semakin bermunculan (metro,trans,tv7, global, jtv) sehingga persaingan antar stasiun televisi semakin ketat. Tv yang dapat disebut kotak ajaib karena jika tidak suka,dapat langsung pencet, pindah channel ataupun mematikan saja, membuat stasiun-stasiun TV berlomba-lomba untuk membuat acara-acara yang menarik minat penonton. Dari sinilah, TVRI akhirnya meredup dan cenderung terabaikan, lalu sistem pertelevisian berubah.
Baik buruknya sebuah stasiun televisi, bergantung pada acara yang dimiliki dan ditayangkan. dan yang menentukan kualitas program acara adalah dana. pada TV nasional (TVRI) dana yang didapat langsung dari pemerintah. Tetapi pada TV swasta, dana yang didapat dari iklan. Inilah yang menyebabkan acara-acara nya sering tidak mendidik dan hanya menyajikan kesenangan sesaat saja. Tak pelak juga jiplak menjiplak acara televisi pun sudah bukan hal yang tabu lagi. Jika salah satu sukses dengan reality show, maka yang lainnya akan mengikuti pula. Hal ini semata-mata untuk menarik perhatian penonton,sehingga pengiklan mau untuk memberikan produknya ke acara-acara dengan banyak penonton. Hal ini sering disebut dengan rating.
Rating di indonesia, dihitung oleh sebuah perusahaan yang bernama AGB Nielsen. Cara menghitungnya dengan mengambil sample dari setiap daerah (tidak semua penduduk) hanya penduduk yang mau saja, lalu dipasangkan alat di televisi mereka. Dan setiap mereka menyalakan tv dan alat tersebut, maka setiap setelah 17 detik setiap channel dilihat, akan terakumulasi di komputer pusat. Kemudian, data yang didapat akan dijual ke stasiun televisi , lalu stasiun televisi akan menggunakannya sebagai media penarik minat perusahaan untuk mempercayakan produknya mensponsori sebuah acara.
Menyadari bahwa pengiklan merupakan salah satu penentu utama dalam sebuah program, akan tetapi Acara televisi, tidak dengan bebas ditayangkan, ada komisi penyiaran (KPI) yang menjadi pengontrol acara. Mereka bertugas untuk mengawasi, supaya acara yang ada tetap terjaga kualitasnya dan dampaknya bagi masyarakat. KPI juga menerima keluhan masyarakat akan sebuah acara du televisi. Setelah mendapat laporan, mereka akan melakukan kroscek, apabila didapati acara tersebut berdampak tidak baik, maka KPI berhak untuk memblokir acara tersebut.

Entah ini dapat dikatakan patung cupid atau tidak.. silahkan dihujat teman2...
Orang-Orang di Balik Sebuah Film...

Baik buruknya sebuah film tergantung dari kru. Secara garis besar, kru dalam film terbagi menjadi 5 Divisi :
1. Manajerial : merupakan divisi yang mengurusi segala keperluan dalam perijinan, dana dan keselamatan serta mengatur jalannya dan jadwal take (pengambilan gambar), dalam manajerial ada beberapa cabang lagi, yakni:
- eksekutif produser : bertugas untuk mencari dana sehingga ia bertanggung jawab atas semua dana yang dibutuhkan dalam produksi dan juga bertanggung jawab terhadap Kru.
- Produser : bertanggung jawab terhadar arah filmnya, jadi film ini mau dibawa kemana, lalu distribusi film dan juga mengoreksi film tersebut.
-Produser pelaksana : bertugas untuk mengatur jadwal take,talent dan kru, menertibkan kru, pengatur waktu
-Manajer Lokasi : tugasnya mencari tempat untuk take, mengurus perijinan, mengamankan lokasi, bertanggung jawab terhadap keselamatan kru, menyediakan segala hal yang berhubungan dengan lokasi. Membangun citra kru dimata masyarakat.
-Financial manajer : bertugas sebagai bendahara dalam produksi, mengatur sirkulasi keuangan.
-Unit manager: seketarisnya Produksi, jadi membuat surat ijin maupun proposal2.
-koordinator talent : bertanggung jawab terhadap kenyamanan artis dalam film.
2. Penyutradaraan : merupakan divisi yang bertanggung jawab untuk sisi kreatif dan juga visualisasi film, dalam penyutradaraan juga ada bermacam-macam peran, antara lain:
- Desain produksi : merupakan penasehat tentang jalannya film baik warna maupun nilai-nilai yang ada dalam film tersebut.
-Sutradara : pengontrol aspek dramatic dan juga artistic dalam film. Dia media pemvisual dari scenario yang ada
-assisten sutradara 1 : berfungsi untuk mendiskusikan segala keperluan shooting kepada div. manajerial, dia juga bertugas sebagai script breakdown dan shooting schedule.
-Assisten sutradara 2 : bertugas untuk mengarahkan talent dalam berakting
-Assisten sutradara 3 : bertugas untuk mengatur continuity
- Script writer : bertugas untuk mengembangkan ide cerita menjadi scenario.
3. DOP (director of photograpy) : menguasai cerita dan menggambarkan cerita, bertanggung jawab untuk ,meggambarkan cerita
-kameramen : bertugas untuk mengambil gambar sesuai arahan dari DOP
-Lighting : mengatur pencahayaan
-sound man : mengurus suara talent dalam take.
4. Art : pengatur segala yang Nampak dalam frame
-Art director: sebagai Co dalam divisi ini
- setting : penata background dalam frame.
- wardrobe: yang ngurus kostum dan yang melekat di talent
-make up : tata rias talent
-Property : sebagai perlengkapan dalam divisi ini.
5. Editing : perangkai adegan-adegan yang sudah di ambil supaya uru dan sesuai dengan cerita, menggabungkan gambar dengan suara dan music.
Music director: yang bikin music di film ini (soundtrack)
Desain grafis : buat poster, cover dan publikasi
Nah.. kalo mereka bisa bekerjasama dengan baik, maka proses pngambilan gambar akan baik pula dan tentunya hasil film juga akan memuaskan.

yok ayok gotong royong..menyadari pentingnya persatuan..
manajemen produksi film
Mengacu pada profesi yang pada keseluruhan proses produksi, berikut beberapa penjelasan tentang proses produksi dalam manajemen produksi film.

1. Pra produksi dan Development
Pra produksi adalah sebuah tahap persiapan sebelum kegiatan syuting dimulai. Proses ini sangat menentukan kelancaran kegiatan syuting nantinya. Oleh karena itu proses ini harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Ada beberapa pekerjaan pada pra produksi ini, diantaranya yaitu:
a. Pemilihan style
Pemilihan style film yang akan dibuat harus sesuai dengan kemampuan skill yang kita miliki. Juga harus disesuaikan dengan budget yang tersedia. Apabila tidak, maka hasil dari film yang kita buat tidak akan maksimal, bahkan mungkin gagal total. Adapun beberapa style film yang sering kita lihat yaitu:
1. Full animasi ( mengandalkan skill dibidang animasi)
2. Full Cinematografi ( mengandalkan skill dibidang sinematografi)
3. Gabungan antara keduanya.
b. Pemilihan Tema dan Ide Cerita
Tema merupakan garis besar visual yang akan kita buat. Pemilihan tema dilakukan secara brain storming. Misalnya temanya adalah alam, ghotic, humor, dan lain-lain. Setelah mendapatkan tema, kemudian kita buat detail dalam bentuk synopsis. Banyak melihat pada referensi adalah hal yang sangat baik. Bagi sebagian kita, referensi kadang membuat kita ingin membuat sesuatu diluar jangkauan keterampilan kita. Hal ini kadang membuat kualitasnya tanggung atau jelek sama sekali. Pemilihan ide dan referensi ini sesuai dengan keterampilan kita agar tantangannya tetap ada. Jangan terlalu terjebak dengan aturan-aturan dalam pembuatan cerita film. Menurut pengalaman, hal ini dapat membuat sebuah film cerita tidak sama dengan aturan sebuah video lainnya.
Dalam pencarian sebuah ide untuk synopsis , harus memperhitungkan beberapa hal penting ini:
1. Penyesuaian budget
2. Feel
3. Skill
4. Lihat referensi
5. dan peralatan yang ada
Setelah synopsis jadi, selanjutnya dibuatlah scrip, story board, director script. Menurut pengalaman, story board, meskipun cukup sulit dibuat namun cukup berguna, hanya saja jangan sampai terjebak dalam proses ini, karena kadanga pembuatannya terlalu mamakan waktu dan kurang akurat dengan kondisi saat syuting.
Directos script cukup penting dibuat untuk kemudahan bagi sutradara pada pelaksanaan syuting. Director script juga sangat membantu dalam efesiansi waktu dan juga akurasi dalam memvisualisasikan script. Adapun format lain dalam penyusunan desain pra produksi ini yaitu :
a. Ide & tema cerita
b. Sinopsis
c. Outline
d. Skenario
e. Analisa scenario :
1. Analisa pesan
2. Analisa karakter
3. Analisa setting
4. Analisa property
5. Analisa wardrobe
f. Breakdown & Sub breakdown
g. Hunting Plan
h. Hunting
i. Hunting Report ( pemain, prop,wardrobe, lokasi, transportasi, logistic, akomodasi )
j. Director shot
k. Floor plan
l. Storyboard
m. Desain proses & jadwal
n. Desain Budget
o. Konsep penyutradaraan, art, kamera, sound, editing
p. Estimasi budget art & kamera termasuk kedalam desain budget
q. List property & wardrobe yang termasuk kedalam Hunting report
r. Crew list

c. Persiapan produksi
Setelah proses diatas berjalan dan selesai, proses selanjutnya adalah sebagai berikut:
1. Pembentukan tim kerja
2. pemilihan talent dan ekstras ( dengan audisi)
3. penyediaan art properties, costum dll
4. pencarian lokasi dan perijinan
5. penyediaan peralatan syuting
Proses-proses tersebut diatas sangat penting demi kelancaran syuting. Apabila salah satu proses terabaikan, maka kegiatan syuting akan terganggu. Meskipun kita bekerja dengan budget yang rendah, namun proses diatas harus tetap dijalankan. Penghematan biaya bias dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan meminimalkan jumlah kru( tetap ada batasan maksimal). Atau dengan menggunakan fasilitas gratis.

2. Produksi
Tahapan ini dimana hampis seluruh team work mulai bekerja. Seorang sutradara, produser atau line produser sangat dituntut kehandalannya untuk mengatasi kru dalam tahap ini. Beberapa factor penting yang perlu diperhatikan adalah:
a. Manajemen Lapangan
manajemen lapanga mencakup beberapa hal, yaitu:
1. Manajemen lokasi ( perijinan, keamanan, keselamatan)
2. Talen koordinasi ( koordinasi kostum, make up dll)
3. Manajemen waktu ( koordinasi konsumsi, kecepatan kerja, penyediaan alat )
4. Crew koordinasi ( koordinasi para kru)
Attitude dalam bekerja merupakan hal yang sangat penting. Kesabaran, pengertian dan kerjasama merupkan attitude yang diperlukan untuk mencapai sukses. Berdoa sebelum bekerja dan briefing sebelim memulai merupakan hal yang baik untuk menyatukan semangat, visi dan attitude yng diinginkan. Jangan pernah kehilangan control emosi pada saat syuting. Apalagi semua bekerja dengan keterbatasan waktu.
b. Kegiatan Shooting
Tahap ini adalah tahap dimana kepiawaian sutradara, DOP, dan Kru sangat menentukan. Kualitas gambar adalah yang selalu ingin kita capai. Oleh karena itu penguasaan kamera dan lighting sangatlah penting. Untuk mencapai hasil maksimal dengn alat yang kita gunakan, ada beberapa hal yang harus kita ketahui.
1. Syuting Out Door
Shooting outdoor bias menekan budget, namun harus berhati-hati melakukannya karena sangat bergantung dari keadaan cuaca saat syuting dilakukan. Beberapa yang harus dipersiapkan dalah syuting outdoor adalah :
a. Cahaya matahari ( Hard, Soft)
b. Reflector ( Silver, Gold)
c. Hujan buatan
d. Camera setting ( Irish, Speed, White Balance, Focus)
e. Crowd Control ( Working With Ekstras)
2. Shooting indoor
Shooting indoor lebih cepat terkontrol daripada syuting outdorr, namun dibutuhkan peralatan yang cukup lengkap. Antara lain:
a. Penggunaan lighting sederhana
b. Penggunaan Filter
c. Make up
d. Pemilihan Back Ground
e. Monitor
3. Visual Efek
Beberapa trik mudah untuk dilakukan untuk membuat video kelihatan lebih menarik antara lain dengan:
a. Reverse motion
b. Fast motion (normal lipsync)
c. Slow motion ( normal lipsync)
d. Crhoma key ( blue screen)

Beberapa hal lain pada saat Produksi yang juga perlu untuk diperhatikan yaitu:
1. Makan/ logistik
2. Sewa peralatan
3. Film
4. Trasnportasi
5. Akomodasi
6. Tele komunikasi
7. Dokumentasi
8. Medis

3. Pasca Produksi
Tahap ini adalah tahap penyelesaian akhir dari semua kegiatn shooting yang sudah dilaksanakan sebelumnya. Kesalahan pada waktu shooting sebagian mungkin diselesaikan pada tahap ini.
a. Editing
Kerjasaman sutradara dan editor adalah sangat diperlukan. Editing sebuah film membutuhkan rasa, oleh karena itu diperlukan pemahaman emosi yang akan diedit. Pemahaman tentang sofe ware yang digunakan juga sangat membantu maksimalnya hasil editing. Beberapa yang dilakukan antara lain :
1. Capturing ( optimalisasi)
2. Format file
3. Feel
4. Colouring
5. Fades and cuts
6. Kualitas gambar ( film Look)
b. Pemilihan Format akhir
Format akhir dari film harus sesuai dengan yang telah disepakati bersama saat pra produksi.

Beberapa yang menjadi acuan kerja, serta masuk dalam anggaran kerja Pasca produksi adalah:
1. Lab/ ruang editing
2. Editor
3. Mixer
4. Sound director, engineer
5. Telecine
6. Konsumsi
7. Transportasi
8. Telekomunikasi
9. Mastering
10. poster

untuk labih jelasny... neh ada skemanya...







by: orang2 Kine Club UMM

ini pas lagi iseng jalan-jalan ke taman-taman yang ada di malang... aku juga ga tau apa yang ku poto.. haha

Mencoba untuk berfilsafat dengan photo..
FILM DOKUMENTER

Dokumenter sering dianggap sebagai rekaman dari ‘aktualitas’ potongan rekaman sewaktu kejadian sebenarnya berlangsung, saat orang yang terlibat di dalamnya berbicara, kehidupan nyata seperti apa adanya, spontan, dan tanpa media perantara. Walaupun kadang menjadi bahan ramuan utama dalam pembuatan dokumenter, unsur-unsur itu jarang menjadi bagian dari keseluruhan film dokumenter itu sendiri, karena semua bahan tersebut harus diatur, diolah kembali, dan ditata struktur penyajiannya. Terkadang, bahkan dalam pengambilan gambar sebelumnya, berbagai pilihan harus diambil oleh para pembuat film dokumenter untuk menentukan sudut pandang, ukuran shot (type of shot), pencahayaan, dan lain-lain, agar dapat mencapai hasil akhir yang mereka inginkan. Karena ada perlakuan kreatif, sama seperti dalam film fiksi lainnya, dokumenter dibangun dan bisa dilihat bukan sebagai suatu rekaman realitas, tetapi sebagai jenis ‘representasi lain’ dari realitas itu sendiri.
Kebanyakan penonton film/ video dokumenter di layar kaca sudah begitu terbiasa dengan berbagai cara, gaya, dan bentuk-bentuk penyajian yang selama ini paling banyak dan umum digunakan dalam berbagai acara siaran televisi. Sehingga, mereka tak lagi mempertanyakan lebih jauh tentang isi dari dokumenter tersebut. Misalnya, penonton sering menyaksikan dokumenter yang dipandu oleh suara (voice over) seorang penutur cerita (narator), wawancara dari para pakar, saksi-mata atas suatu kejadian, rekaman pendapat anggota masyarakat, Demikian pula dengan suasana tempat kejadian yang terlihat nyata, potongan-potongan gambar kejadiannya langsung, dan bahan-bahan yang berasal dari arsip yang ditemukan. Semua unsur khas tersebut memiliki sejarah dan tempat tertentu dalam perkembangan dan perluasan dokumenter sebagai suatu bentuk sinematik.
Dalam berbagai hal bentuk dokumenter sering diabaikan dan kurang dianggap di kalangan film seni, seakan-akan dokumenter cenderung menjadi bersifat pemberitaan (jurnalistik) dalam dunia pertelevisian.. Dan, kini, perdebatannya berpindah pada segi estetik. Pengertian tentang kebenaran dan keaslian suatu film dokumenter mulai dipertanyakan, diputarbalikkan, dan diubah, mengacu pada pendekatan segi estetik film dokumenter dan film-film non-fiksi lainnya.
Perkembangan dokumenter dan genre-nya saat ini sudah sangat pesat dan beragam, tetapi ada beberapa unsur yang tetap dan penggunaannya; yakni unsur-unsur visual dan verbal yang biasa digunakan dalam dokumenter.
Unsur Visual:
• Observasionalisme reaktif : pembuatan film dokumenter dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Hal ini berhubungan dengan ketepatan pengamatan oleh pengarah kamera atau sutradara.
• Observasionalisme proaktif : pembuatan film dokumenter dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan pengamatan sebelumnya oleh pengarah kamera atau sutradara.
• Mode ilustratif : pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator (yang direkam suaranya sebagai voice over).
• Mode asosiatif : pendekatan dalam film dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. Dengan demikian, diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film itu, dapat terwakili.

Unsur Verbal:
• Overheard exchange : rekaman pembicaraan antara dua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung.
• Kesaksian : rekaman pengamatan, pendapat atau informasi, yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata, pakar, dan sumber lain yang berhubungan dengan subyek dokumenter. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara.
• Eksposisi : penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera, secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen-argumennya.


by: novi andri & unity production

dalam belajar apapun, tak ada kata instant.. butuh setahap demi setahap untuk menjadikannya sempurna

tak ada satupun yang berlabel indie..

malam tak lagi sewarna..

pada malam hari...iseng..sama temen-temen kita jalan-jalan dari ITN ke SH (sukarno hatta).. di foto ini sekalipun mereka bertiga sama laki-laki tapi mereka berbeda gaya hidup dan style apalagi tujuan hidup

seorang Guru, seorang warga desa, dan seorang penjual kebutuhan sehari-hari sedang berdiskusi sambil melepas penat di puncak bukit...

Pahlawan tanpa tanda jasa.. benar-benar pantas diberikan kepadanya.. tak peduli berapa jauh ia berjalan, betapa tinggi usianya untuk pejalan jauh, tapi perjuangannya patut untuk dibanggakan..

dikarenakan diatas bukit, untuk membuat sumur harus mengeluarkan dana yang banyak, sehingga tak semua orang dalam desa pusung memiliki sumur. mereka tak menyianyiakan embun yang tebal dan curah hujan yang tinggi.. sehinnga kebutuhan mereka sehari-hari dapat tercukupi dengan beban yang sedikit terkurangi karena tak perlu mengangkat air dari sumur-sumur yang ada kerumah mereka.

ini adalah kondisi siswa di pusung, tak bersepatu adalah hal yang wajar.. api mereka tetap bersemangat untuk meniti hidupnya,.. haha

masih di pusung... seorang nenek yang uda berumur, dia seorang penjual bahan pangan, harus jalan 3,5 km juga tiap hari.. wah..benar-benar kuat..
foto...sebuah media perekam sebagai pembantu otak.. otak kan bisa penuh oleh karena itu, memori-memori yang ada itu bisa dibantu ama yang namanya foto... huhu.. lagi belajar neh jadi maklum kalau hasilnya masih ecek-ecek.. hehehe

nieh aku lagi jalan-jalan ke daerah singosari... tapi masuknya berkilo-kilo jauhnya... desa pusung gitooh.. sebuah daerah yang ada diatas bukit yang kita kalo kesana harus jalan kaki 3,5 km dlu soalnya ga ada kendaraan apapun yang bisa menjangkau tuh tempat.. gila men..
trus yang bikin terenyuh bnget itu ada seorang guru yang rela jalan segitu jauhnya buat ngajar muridnya..tiap hari loh.. waah.. bikin aku ga bisa berkata-kata.. benar0benar seorang pahlawan tanpa tanda jasa.. comment in poto2q iah..